Jannah my dream
Sabtu, 06 Oktober 2018
RINDU ITU PUNYA NAMA : NEGERI SEJUTA OMBAK
Bersabar, Allah tau masa depan sementara kita tak pandai membaca masa depan
" Aku ngak lulus ma tes D3 IPB ma" (dengan suara terpatah-patah dan isak tangis).
"Aduh pakai nangis pula anak mama ini cuma karena tidak lulus? Itu berarti Allah sedang merencanakan yang lebih baik untukmu, nak. Sudah, jangan nangis lagi masih ada universitas lain yang menunggu mu" suara mama meyakinkanku
"eh.. Iya kak, ada apa kak?"
"Gini, Dila udah tau kan kelompok mentoringnya?"
"oh berarti ini kak rahma delfita?"
"iya dek, besok loh agenda nya jam 13:15 wib di mushalla fakultas kita"
"sip kakak, nanti dila hadir insyaAllah"
"udah ya, kakak juga ada kuliah lagi sampai ketemu besok"
"sip kak, semangat kak"
Minggu, 30 September 2018
Surat untuk anak Kuat [Syakilla]
Selamat datang di dunia ini, tepat 03 oktober 2017
Memenuhi setiap senyum simpul kami
Mengkhayalkan banyak hal tentang mu nak,
Tentang betapa ramai nya nanti rumah penuh dengan tangis manja mu
Dengan semua tingkahmu yang menggemaskan
Terpenting, tentang kepantasan kami untuk menjadi guru mu.
Rumah penuh kebahagiaan dengan lengkapnya sepasang manusia yang hadir dalam keluarga kami
Matamu, bibirmu, bahkan cara kau menatap penuh dengan haru ku dan mereka melihatnya, kau teramat cantik sekali wahai gadis mungil keluarga kami.
Saat ku tau, kau mulai memadamkan senyum yang selama ini terus kau sodorkan
Tentang, ah kau kembali lagi di tempat yang dulu persis pertama kali kau di lahir, tapi hari ini, jendelanya beda.
Iya benar, kau sedang tidak baik-baik saja nak.
Pada semesta
Bersekongkolah dengan semua makhluk bumi,
Ketuk ars'y nya hingga Allah akan mengabulkan doa itu.
Syakilla, wanita kuat peradaban islam masa yang akan datang.
🌸
Selasa, 25 September 2018
Antibodi sebuah masalah
Kita selalu di uji pada titik terlemah kita supaya kita lebih banyak belajar. Allah tidak pernah membuat kita jatuh, tertekan, stress dan sebagainya semua itu untuk membuat kita bersyukur dan bisa mengambil banyak pelajaran.
Aku anak terakhir dari 5 orang saudara ku. Katanya aku harus jadi penutup yang terbaik. Saat masa-masa mimpi ku terbang aku begitu bersemangat menerbangkan banyak karya, mulai dari jabatan organisasi, lomba menulis, bahkan pertukaran Mahasiswa. Ternyata, semua tidak sedang baik-baik saja. Padahal, sebenarnya itu hal sepele yang ku gadangkan cuma gara-gara my skripsisweet. Yah skripsisweet. 😁
Lika liku masa skripsi begitu berat berjalan, seakan itu satu-satu masalah terberat dalam hidup ku yang selalu menerawang dalam pikiran ku. Aku mencoba untuk melakukan beberapa imun agar berakhir perasaan ini tapi tetap saja hadir kembali pada ucapan " Sudah semester 9?" ahh aku begitu sensitif dengan kata-kata tersebut.
Pernah terlintas sedikit di pikiran ini untuk meninggalkan skripsi ini tapi ceramah itu mengingatkan ku kembali bahwa jika aku meninggalkan skripsi ini itu tidak akan menyelesaikan masalah, karena Allah menitipkan sesuatu kepada hamba-Nya karena hanya dia yang bisa menyelesaikannya, orang lain tidak bisa. Dan itu magic action bagiku seakan menjadi suatu speechless.
Kini, aku akan menyiapkan beberapa progress untuk melompat lebih jauh. Melibatkan Allah dalam setiap urusan. Ku yakin, aku hanya perlu sabar seiring doa dan usaha yang ku semogakan untuk terus bermimpi lebih dan menjadi penutut ilmu yang berakhlak baik.
Salah, jika mimpi di halangi oleh batas tempat, usia dan omongan orang. Mimpi adalah tentang penjabaran pola target seseorang dalam mewujudkan keberhasilan diri dan melahirkan generasi yang budiman.
Kamis, 06 September 2018
Ku bersamai rencana-Nya
Ku bersamai rencana-Nya.
Hai september...
Aku pernah bersepakat untuk perjanjian utuh denganmu.
Berikrar bahwa ku akan menamatkan masa-masa ini sebelum musim mu datang.
Ahh.. Tinggal beberapa hari tenyata.
Walau yang ku ingin belum terwujud
Ku yakin, Engkau memberi keterbaikan dalam setiap episode ini.
Aku tau, kuat itu kita yang bisa menciptakan
Aku tau, menjadi sabar itu sulit tapi dia tak kenal siapa yang akan memiliki nya
Untuk setiap cerita menjadi kedewasaan dalam pribadiku,
Aku tidak akan pernah menyerah walau sejengkal
Tak akan patah walau sehasta
Ku percaya, bahwa kelak 5 tahun yang akan datang aku akan berkata "Allah semua indah pada porsi dan waktunya"
Entah tentang apakah lamanya proses ini,
Yang jelas ku yakini, aku masih muda untuk bermimpi.
Masih banyak yang harus di selesaikan.
Karena boleh jadi sesuatu itu datang terlambat untuk kita pandai bersyukur tentang apa yang kita miliki sekarang atau mungkin ada sesuatu yang akan membuat kita terkejut di masa depan
Untuk itu, produktifkan waktu muda mu.
Temui aku 5 tahun lagi😍 dengan banyak cerita dari tulisan penuh sesak tertanggal 6 september 2018
Jumat, 20 Juli 2018
Ku segerakan skripsi-ku untuk tidak membuat mereka berusaha lagi
Apa? Aku mau masuk semester 9 agustus ini? Pikiranku benar-benar terkegut saat menyaksikan halaman portal nilai ku ketika bangun tidur. Selama ini jujur aku tidak pernah merasa risau untuk menyegerakan wisuda tapi setelah melihat tulisan tersebut aku bersepakat untuk tidak merasa baik-baik saja. 3 bulan yang lewat aku sempat berpikir untuk apa wisuda cepat toh kalau belum punya arah untuk kerja sama saja dengan nol, karna bagiku semua harus disiapkan sematang mungkin ketika memutuskan wisuda cepat. Ah. Itu pikiran ku yang selalu aku pertahankan.
Sebenarnya aku sudah lama seminar proposal tapi setelah itu proses menjadi lambat akibat aku memikirkan kerja apa ya kalau siap wisuda, nikah atau kerja, kerja atau lanjut study lagi? Pertanyaan-pertanyaan Mahasiswa tingkat akhir. Tepatnya akhir april kemarin aku memutuskan pulang kampung, sebenarnya aku sangat berat pulang bak pepatah tak pulang rindu, kalau pulang malu karna belum wisuda tapi tetap ku putuskan untuk pulang kampung agar aku bisa mengumpulkan asa-asa untuk kembali semangat merajut mimpi. Benar saja tepat malam itu aku disirami motivasi dahsyat dari kakak-kakak ku dan orang tua pastinya. Aku mulai berpikir dewasa kedepan, berpikir lebih bijak tentang masa depan ku sebab melambat-lambatkan sesuatu bukan perkara baik. Hal yang dilontarkan mama waktu itu yang membuat aku menangis diam-diam, bahwa mama bilang jika aku sudah wisuda setidaknya mama dan ayah tidak berusaha lagi untuk kerja keras, sudah bisa pensiun dari kerja nya sebab aku satu-satunya yang masih tanggung jawab beliau. Jujur saat itu ingin sekali berkata lirih seperti ini sama beliau “ ma, yah, aku tidak ingin membuat kalian berusaha lagi, biar aku kerja sambil kuliah dan november aku akan wisuda” hati ku meyakinkan hal itu.
Kejadian kedua yang membuat aku tersadar dan mengatakan kalimat ini lagi“ tidak ingin kamu berusaha lagi” pada yang bernama kamu yang waktu itu aku masih ingat sekali akan janji-janji itu. Kamu yang tertahan untuk mengatakan “jangan membuat aku berusaha lagi untuk menunggu mu, cepat kelarkan wisudamu” seakan aku mendengar hati mu berkata. Jujur, aku orang paling tidak bisa melihat kamu dengan tatapan seperti itu karna aku hidup dengan motivasi, kuat, mandiri karna aku belajar berlari darimu. Seakan hari itu ku jawab aku tak akan membuatmu menunggu lagi. Sebenarnya ada beberapa ketakutan yang aku pikirkan setelah wisuda, ah mungkin aku telah menemukan nya, lanjut kuliah, kerja atau menikah?
Untuk september ku harap kita bersahabat ya untuk akad S.Pt, semoga gelar itu melekat dan resepsi wisuda di november. Ku semogakan juga dengan tulisan ini bisa membawa ku mendapatkan baju untuk acara wisuda ku hehe... sebagai bentuk cinta ku pada orang tua bahwa aku sudah mandiri dan bisa berkarya tersebab ikut lomba ini. Doa kan ku semoga ku akadkan sarjana tahun ini.
Rabu, 11 Juli 2018
Sua yang menyemai
Melipat rindu untuk mekar temu
Bersaing dengan chat yang abal-abal.
Ah, aku selalu sulit untuk menemukan ide pembicaraan denganmu.
Hingga aku harus menemukan mula bicara agar menjadi cair.
Tepatnya temu lebih bersahabat untuk menjawab teka teki ini.
Kau tahu? Bahkan aku lebih menyukai temu daripada chat-chat itu.
Aku menemukan mekar wajah yang kau lumer dengan kerut-kerut pada persendian matamu.
Aku selalu mencuri bentukan-bentukan itu.
Kau mekar saat temu, dingin saat jauh.