Selasa, 25 September 2018

Antibodi sebuah masalah

    Kita selalu di uji pada titik terlemah kita supaya kita lebih banyak belajar. Allah tidak pernah membuat kita jatuh, tertekan, stress dan sebagainya semua itu untuk membuat kita bersyukur dan bisa mengambil banyak pelajaran.
    Aku anak terakhir dari 5 orang saudara ku. Katanya aku harus jadi penutup yang terbaik. Saat masa-masa mimpi ku terbang aku begitu bersemangat menerbangkan banyak karya, mulai dari jabatan organisasi, lomba menulis, bahkan pertukaran Mahasiswa. Ternyata, semua tidak sedang baik-baik saja. Padahal, sebenarnya itu hal sepele yang ku gadangkan cuma gara-gara my skripsisweet. Yah skripsisweet. 😁
    Lika liku masa skripsi begitu berat berjalan, seakan itu satu-satu masalah terberat dalam hidup ku yang selalu menerawang dalam pikiran ku. Aku mencoba untuk melakukan beberapa imun agar berakhir perasaan ini tapi tetap saja hadir kembali pada ucapan " Sudah semester 9?" ahh aku begitu sensitif dengan kata-kata tersebut.
     Pernah terlintas sedikit di pikiran ini untuk meninggalkan skripsi ini tapi ceramah itu mengingatkan ku kembali bahwa jika aku meninggalkan skripsi ini itu tidak akan menyelesaikan masalah, karena Allah menitipkan sesuatu kepada hamba-Nya karena hanya dia yang bisa menyelesaikannya, orang lain tidak bisa. Dan itu magic action bagiku seakan menjadi suatu speechless.

    Kini, aku akan menyiapkan beberapa progress untuk melompat lebih jauh. Melibatkan Allah dalam setiap urusan. Ku yakin, aku hanya perlu sabar seiring doa dan usaha yang ku semogakan untuk terus bermimpi lebih dan menjadi penutut ilmu yang berakhlak baik.

    Salah, jika mimpi di halangi oleh batas tempat, usia dan omongan orang. Mimpi adalah tentang penjabaran pola target seseorang dalam mewujudkan keberhasilan diri dan melahirkan generasi yang budiman.

    
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar