Apa? Aku mau masuk semester 9 agustus ini? Pikiranku benar-benar terkegut saat menyaksikan halaman portal nilai ku ketika bangun tidur. Selama ini jujur aku tidak pernah merasa risau untuk menyegerakan wisuda tapi setelah melihat tulisan tersebut aku bersepakat untuk tidak merasa baik-baik saja. 3 bulan yang lewat aku sempat berpikir untuk apa wisuda cepat toh kalau belum punya arah untuk kerja sama saja dengan nol, karna bagiku semua harus disiapkan sematang mungkin ketika memutuskan wisuda cepat. Ah. Itu pikiran ku yang selalu aku pertahankan.
Sebenarnya aku sudah lama seminar proposal tapi setelah itu proses menjadi lambat akibat aku memikirkan kerja apa ya kalau siap wisuda, nikah atau kerja, kerja atau lanjut study lagi? Pertanyaan-pertanyaan Mahasiswa tingkat akhir. Tepatnya akhir april kemarin aku memutuskan pulang kampung, sebenarnya aku sangat berat pulang bak pepatah tak pulang rindu, kalau pulang malu karna belum wisuda tapi tetap ku putuskan untuk pulang kampung agar aku bisa mengumpulkan asa-asa untuk kembali semangat merajut mimpi. Benar saja tepat malam itu aku disirami motivasi dahsyat dari kakak-kakak ku dan orang tua pastinya. Aku mulai berpikir dewasa kedepan, berpikir lebih bijak tentang masa depan ku sebab melambat-lambatkan sesuatu bukan perkara baik. Hal yang dilontarkan mama waktu itu yang membuat aku menangis diam-diam, bahwa mama bilang jika aku sudah wisuda setidaknya mama dan ayah tidak berusaha lagi untuk kerja keras, sudah bisa pensiun dari kerja nya sebab aku satu-satunya yang masih tanggung jawab beliau. Jujur saat itu ingin sekali berkata lirih seperti ini sama beliau “ ma, yah, aku tidak ingin membuat kalian berusaha lagi, biar aku kerja sambil kuliah dan november aku akan wisuda” hati ku meyakinkan hal itu.
Kejadian kedua yang membuat aku tersadar dan mengatakan kalimat ini lagi“ tidak ingin kamu berusaha lagi” pada yang bernama kamu yang waktu itu aku masih ingat sekali akan janji-janji itu. Kamu yang tertahan untuk mengatakan “jangan membuat aku berusaha lagi untuk menunggu mu, cepat kelarkan wisudamu” seakan aku mendengar hati mu berkata. Jujur, aku orang paling tidak bisa melihat kamu dengan tatapan seperti itu karna aku hidup dengan motivasi, kuat, mandiri karna aku belajar berlari darimu. Seakan hari itu ku jawab aku tak akan membuatmu menunggu lagi. Sebenarnya ada beberapa ketakutan yang aku pikirkan setelah wisuda, ah mungkin aku telah menemukan nya, lanjut kuliah, kerja atau menikah?
Untuk september ku harap kita bersahabat ya untuk akad S.Pt, semoga gelar itu melekat dan resepsi wisuda di november. Ku semogakan juga dengan tulisan ini bisa membawa ku mendapatkan baju untuk acara wisuda ku hehe... sebagai bentuk cinta ku pada orang tua bahwa aku sudah mandiri dan bisa berkarya tersebab ikut lomba ini. Doa kan ku semoga ku akadkan sarjana tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar