Selasa, 25 Agustus 2015

ABSTRAK DIBALIK TEMBOK




Merdunya Angin , mendesau setiap jengkal lekuk-lekuk tubuh...
Kornea mata tatap kesenduan abstrak dibalik tembok
Menyisakan seonggok rindu, tertitip lewat-NYA
Mengharap SANG Waktu akan jawaban,
Tentangnya dan janji-janji .

Melukisnya beriring bintang-bintang
Pernah bersepakat atas janji setia
Menghukum waktu untuk sekedar berbaik hati
Sekedar mengeja
Untukmu yang tertanda dalam barisan doa

Ada satu nama, hanya sedikit tempat
Entahlah, sejauh ini terlalu istimewa, terlalu tak terlupa
Menghibur hati untuk rasa sabar itu,
Itulah penguat ,
Semoga tempat dan waktu yang tepat itu..
Berbaik hati mempertemukan janji dan wajah sendu dibalik tembok itu,
Tertanda dibintang itu, namamu....

Minggu, 23 Agustus 2015

My Paper, semoga bermanfaat ! Animal Science




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Keberhasilan suatu peternakan tidak pernah lepas dari efisiensi kualitas dan kuantitas pakan. Hijauan merupakan salah satu faktor yang essensial pada pemenuhan pakan pada ternak ruminansia. Pakan berupa hijauan yang sering diberikan pada ternak adalah rumput-rumputan (Gramineae) dan legum (Leguminoseae).  Legum sebagai pakan pada umumnya memiliki keunggulan dibandingkan rumput-rumputan.
Salah satu keunggulan legum adalah memiliki nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan 
Rumput.rumputan, namun legum memiliki kelemahan, yaitu pada saat diberikan pada ternak harus dibatasi karena memiliki kandungan toxici. 
Tanah adalah salah satu media tanam yang merupakan faktor  yang pokok bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman didapat melalui tanah. Ketersediaan unsur hara inilah yang, menjadikan tanah sebagai faktor pokok dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 
1.2.Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu :
a.      Mengetahui Klasifikasi dan Morfologi Clytoria Ternatea
b.      Mengetahui Klasifikasi dan Morfologi Stylosanthes Guianensis













BAB II
PEMBAHASAN
A.    Klasifikasi dan Morfologi  Clitoria Ternatea
Kembang atau bunga telang (Clitoria ternatea) adalah tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Tumbuhan anggota suku polong-polongan ini berasal dari Asia tropis, namun sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika.
Sejak dulu tumbuhan ini ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias karena bunganya yang berwarna biru terang. Bunganya di berbagai tempat Asia Tenggara dimanfaatkan sebagai pewarna makanan atau kue. Di Malaysia, ekstrak mahkota bunganya dipakai untuk mewarnai ketan. Di Thailand, minuman penyegar berwarna biru dari ekstraknya dinamakan nam dok anchan. Terdapat varietas dengan mahkota bunga berwarna putih
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwnaun5QIJiIgAGE2vNYElyorMj06HWU9lFjbLkyYNkjszdFIu8dYeabizZrHKV73RztuBGsXHeVauddR9uggbmsosOGzibfJKqg_HaZGqSZ6OvwRS1xAAu7tfawHUTeMS7o4xGMOkFtI/s1600/clitoria.jpg
                                    Clitoria ternatea
Asal : Asia bagian tropis
Deskripsi
- Legume perennial, dapat menjalar tinggi
- Sebagai pencegah erosi
- Daun dan polongan yang masih muda dimakan ternak
- Sistem perakaran dalam

Kembang telang (Clitoria ternatea L.)
Klasifikasi:
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Liliopsida
Ordo                : Rosiidae
Family             : Rosales
Genus              : Clitoria
Species            : Clitoria ternatea L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Kembang telang termasuk herba. Tipe batangnya adalah batang rumput karena batangnya yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga. Bentuk batangnya bulat dengan  permukaan yang kasar. Arah tumbuhnya membelit ke kiri karena arah belitan yang berlawanan arah putaran jarum jam. Dan tipe percabangannya monopodial.
Batang tanaman ini naik ke atas dengan menggunakan cabang pembelit dan meliliti penunjangnya yang jika kita ikuti jalannya batang yang membelit itu, maka penunjang akan selalu berada di sebelah kiri kita. Cabang-cabangnya merupakan pendukung daun-daun dan mempunyai ruas-ruas yang cukup panjang atau bersifat sirung panjang.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:82), arah tumbuh batang kembang telang adalah membelit ke kiri.
Kembang telang tumbuh ditempat yang kering, belukar atau di pagar-pagar bahkan ada yang dijadikan sebagai tanaman hias. Perdu ini dapat ditemukan sampai 700 m diatas permukaan air laut.
Daun nya berupa daun majemuk menyirip gasal dengan 3-9 anak daun yang berbentuk elips atau bulat telur. Tangkai daunnya pendek  dengan ujung daunnya tumpul dan pangkal runcing. Tepi daun rata dengan panjang 2-7 cm dan lebar 1-4,5 cm. Daun kembang talang berwarna hijau dan memiliki garis penunpu berbentk garis.
Bunganya berupa bunga tunggal dan berbentuk seperti kupu-kupu yang keluar dari ketiak daun dengan panjang mahkota 3,5-4 cm dan berwarna biru nila dengan warna putih atau kekuningan dibagian tengahnya.
Buahnya berupa buah polong dan berbentuk pipih dengan panjang 5-10 cm. Buah nya berisi 6-10 biji yang bentuknya seperti ginjal. Perasan bunga atau daun kembang talang digunakan sebagai mewarnai kue atau makanan bahkan untuk warna tikar.
Kandungan yang terdapat dalam perdu ini antara lain saponin, flavonoid, alkanoid, ca-oksalat, dan sulfur. Daunnya mengandung kaemperol-3-glucoside dan triterpenoid yang berfungsi sebagai pematangan bisul.

B.     Klasifikasi dan Morfologi  Stylosanthes Guianensis

Tanaman Leguminosa Styloshanthes guianensis (Stylo) merupakan salahsatu tanaman pakan yang telah beradaptasi baik dan tersebar diberbagai agroklimat di Indonesia yang sangat disukai ternak, kaya akan protein dan mineral. Kegunaannya cukup beragam, banyak ditanam dalam sistem tumpang sari baik untuk tanaman pangan atau hijauan makanan ternak, dapat juga sebagai pelindung tanaman lain dan penutup tanah,menyuburkan tanah dan mencegah terjadinya erosi.
Sebagaimana telah diketahui, pada akar tanaman legum terdapat bintil-bintil akar yang mengandung bakteri Rhizobium, yang menjalin interaksi simbiosis dengan tanaman inang dalam proses fiksasi (N) secara biologis dari udara sehingga dapat berperan meningkatkan kesuburan tanah. Dengan demikian leguminosa Stylosanthes guianensis dapat diperhatikan keberadaannya sebagai alternatif hijauan potensial sebagai pakan ternak.
                 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjytgZThMS9HoqoBtPzGeXTx7_vYcBOUnVOo8tk71qidmKTS274dJJxUHRVPPrnw2UG4LhEqm4XoEyuSZfPsovGdJIAfm-c7pCJib4qqWmmXIyfkEx6WBt-7J7Ekzv1RaaMavKX7pby73E/s320/StylGuia.JPG
Stylosanthes guianensis
Asal : Amerika Tengah, Amerika Selatan
Deskripsi
- Leguminosa perennial, dengan tumbuh tegak atau semi tegak
- Tinggi dapat mencapai 1,5 meter
- Daunnya trifoliat dengan anak daun warna hijau berbantuk langset dengan ujunya meruncing
- Bunganya kecil berwarna kuning atau putih
- Buahnya berbantuk polong


Taksonomi
Divisi               : Spermatophyta
Sub devisi       : Angiospermae
Class                : Dicotyledoneae
Ordo                : Polypetales
Familia            : Leguminoseae
Genus              : Stylosanthes
Spesies            : S. guianensis

1. Karakteristik
Pertumbuhan tanaman stylo bersifat perennial kadang-kadang semitegak.Batang sedikit berbulu, tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 m, daunberwarna hijau berbentuk elip atau pedang yang ujungnya meruncing panjangnya 1-6 cm, tangkai daun panjangnya 1 sampai 10 mm dan kelopak tangkai daun berbentuk dua gigi.
Karangan bunga terdiri dari beberapa kumpulan bunga, tiap karangan bunga mengandung 2 sampai 40 bunga yang kecil berwarna kuning bertulang belakang dengan semacam daun-daun penyangga. Bunga standar agak bulat dengan panjangnya bervariasi antara 4 sampai 8 mm. Bunga dasar panjangnya 3,5 sampai 5,0 mm berbentuk sabit.
Polong tidak berbulu panjangnya 2 sampai 3 mm dan lebar 1,5 sampai 2,5 mm mengandung satu biji. Warna biji kuning kecoklat-coklatan. Stylo dapat hidup di daerahdaerah tropik yang humid dengan curah hujan sebanyak 890 sampai 4.096 mm tiap tahun. Legum ini tumbuh pada variasi tanah yang luas bahkan di tanah yang kurang subur (Soedomo- Reksohadiprodjo, 1985).
Legum stylo lebih tahan kering, toleran terhadap tanah yang asam dengan drainase yang jelek dibanding dengan varietas lain seperti Stylosanthes guianensis (misalnya : cv. Scofield, Cook dan Graham) tetapi tidak toleran terhadap naungan. Bunga menyebar dengan biji yang terlempar bila masak, sebagian biji berkulit keras.
2. Sisitematika
Dalam genus Stylosanthes yang termaksud sub-famili papilionaceae terdapat dua spesies dengan beberapa cultivarnya yaitu :
1. Stylosanthes guianensis dengan cultivar : CV. Schofield. CV. Cook, CV.Endeavour, CV.Oxley, CV. CIAT 184.
2. Stylosanthes humilis dengan cultivar : CV. Paterson, CV. Lawson dan CV. Gordon.
                               
Gambar 3. Tanaman stylo siap dipanen ditandai dengan mulai berbunga.
Stylosanthes guianensis cultivar CIAT 184 termasuk sub-famili Papilionaceae berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Menurut (Soedomo-Reksohadiprodjo, 1985) sistematika Stylosanthes guianensis adalah sebagaiberikut :
Phylum : Spermatophytae
Sub phylum : Angiospermae
Classis : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Sub Ordo : Rosinae
Tabel 2. Kandungan dan komposisi kimia Stylosanthes guianensis
Kandungan
Komposisi

         (*)                                 (**)
Bahan Kering (%)
        15                                   23
Air
        85                                   77
BO
        92                                   90
Abu
         8                                    10
Protein Kasar
        16                                   17
Serat Kasar
-                                       28
NDF
        68                                   57
ADF
        46                                   42
Energi Kasar (ml/kg)
       19,4                               18,2                   

Sumber : (*)Thang, 2010 (**) Hutasoit, 2010

Famili : Leguminoseae
Sub Famili : Papilionaceae
Genus : Stylosanthes
Species : Stylosanthes guianensis
Cultivar : CIAT 184
Stylosanthes guianensis dengan Cultivar CIAT 184 berasal dariColombia. Rekomendasi terhadap tanaman ini adalah tahan terhadappenyakit anthracnose di Asia Tenggara (Horne dan Stur. 1999). Penyakitanthracnose disebabkan oleh jamur anthracnouse, mengakibatkan tanaman menjadi layu, menguning dan mati.
Pemotongan (Panen) pada Tanaman Stylo
Umur tanaman berpengaruh pada kandungan nutrisi dan produksi tanaman stylo. Pemotongan lebih awal akan meningkatkan kandungan protein kasar pada daun dan batang, namun menurun pada produksi biomassa dan menurun pada kandungan dinding sel.
Pada pemotongan yang lebih lama produksi tanaman meningkat, namun kualitasnya menurun berhubungan dengan kandungan dinding sel meningkat dan kandungan protein kasar menurun (Boschini, 2002). Umur pemotongan (panen pertama) pada tanaman yang ideal dilakukan pada umur tanaman 4 bulan atau 126 hari setelah tanam (HST) atau pada saat tanaman mulai/
menjelang berbunga, ditandai jumlah tanaman yang berbungan mencapai 5-10%. Panen berikutnya dilakukan 50-60 hari pada musim hujan dan 60-70 hari pada musim kemarau (Hutasoit, 2010).

                                     

PEMANFAATAN STYLO (Stylosanthes guianensis)
SEBAGAI PAKAN TERNAK
1.Kandungan dan Komposisi Stylosanthes guianensis
Kandungan dan komposisi kimia Stylosanthes guianensis sudah banyak dianalisa secara proksimat, komposisinya terutama protein sangat bervariasi namun secara umum relatif lebih tinggi dibanding rumputrumputan.Kandungan serat cukup tinggi sehingga di samping sebagai sumber protein juga dapat digunakan sebagai sumber serat.
Sehubungan dengan hal itu dapat direkomendasi pemberian 100% Stylo dalam pakan ternak kambing. Dalam hal palatabilitas kambing lebih memilih pakan hijauan berupa leguminosa (daun-daunan) dibanding rumput. Kandungan dan komposisi kimia tanaman Stylosanthes guianensis diperlihatkan pada tabel 2.

2.Stylosanthes Guianensis sebagai Pakan Ternak
Menurut pengamatan di lapangan jenis rumput ini sangat disukai ternak ruminansia seperti kambing, domba maupun sapi dan kerbau. Juga digunakan sebagai feed suplement untuk ternak ayam, babi dan ikan. Dapat diberikan dalam keadaan segar atau kering diproses dalam bentuk tepung daun. Dari segi penelitian sangat baik kualitas dan kuantitasnya dengan produksi tanaman 40 ton/ha/tahun bahan kering (BK). Legum stylo masih dapat tumbuh dengan baik pada musim kemarau
yang panjang. Salahsatu kelebihan dari rumput ini adalah daun dan batang lembut walaupun umur tanaman sudah cukup tua karena panen / pemotongan yang terlambat, sehingga pemberiannya kepada ternak masih baik dilakukan karena tidak berpengaruh terhadap palatabilitas ternak.
3.Legum Stylo untuk Rumput Potongan
Pemanfaatan tanaman legum stylo dilakukan dengan cara potong angkut (cut and carry system). Keuntungan sebagai potong angkut adalah ternak tetap berada di dalam kandang sehingga mudah dimonitor kondisinya. Sedangkan kerugiannya yaitu membutuhkan biaya operasional seperti
minyak (bahan bakar) untuk pemotongan dan pengangkutannya. Tenaga yang dibutuhkan juga bertambah untuk memotong rumput, melangsir dan bongkar muat. Namun kelebihannya stylo mengandung protein serta mineral yang tinggi.
Stylo tidak tahan terhadap pemotongan yang pendek karena harus ada tunas batang untuk pertumbuhan kembali, sehingga pemotongan yang baik dilakukan 20-25 cm di atas permukaan tanah. Berbeda dengan jenis rumputan, umur panen lebih singkat. Panen pertama 3 bulan (90 HST) sedangkan penen berikutnya 30-40 hari pada musim penghujan dan 40-50 hari pada musim kemarau dengan tinggi pemotongan 5-10 cm dari permukaan tanah.
4. Legum Stylo untuk Padang Pengembalaan
Sebagai padang pengembalaan legum stylo termaksud salahsatu legum yang tidak tahan renggutan dan injakan, legum ini tidak tahan pengembalaan berat tetapi dengan produksi bijinya yang baik regenerasi tanaman mudah tumbuh kembali dengan cepat merapat dan menutup tanah.
Menurut Yusuf dan Partridge (2002) legum stylo cocok dikombinasi untuk disebarkan pada padang rumput, dapat merubah komposisi botani menuju ke spesies yang lebih produktif berpengaruh baik pada ternak dan tumbuh lebih cepat.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
           
Kembang atau bunga telang (Clitoria ternatea) adalah tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Tipe batangnya adalah batang rumput karena batangnya yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata dan sering kali berongga. Bentuk batangnya bulat dengan  permukaan yang kasar. Daun nya berupa daun majemuk menyirip gasal dengan 3-9 anak daun yang berbentuk elips atau bulat telur. Bunganya berupa bunga tunggal dan berbentuk seperti kupu-kupu yang keluar dari ketiak daun dengan panjang mahkota 3,5-4 cm dan berwarna biru nila dengan warna putih atau kekuningan dibagian tengahnya.Buahnya berupa buah polong dan berbentuk pipih dengan panjang 5-10 cm. Buah nya berisi 6-10 biji yang bentuknya seperti ginjal.
Tanaman Leguminosa Styloshanthes guianensis (Stylo) merupakan salahsatu tanaman pakan yang telah beradaptasi baik dan tersebar diberbagai agroklimat di Indonesia yang sangat disukai ternak, kaya akan protein dan mineral. Tanaman Leguminosa Styloshanthes guianensis merupkan Leguminosa perennial, dengan tumbuh tegak atau semi tegak.Tinggi dapat mencapai 1,5 meter. Daunnya trifoliat dengan anak daun warna hijau berbantuk langset dengan ujunya meruncing. Bunganya kecil berwarna kuning atau putih. Buahnya berbantuk polong.
3.2. Saran
            Dengan adanya makalah ini diharapkan pembaca maupun peternak dapat memanfaatkan jenis-jenis legum (Clitoria Ternatea dan Stylosanthes Guianensis) sebagai pakan ternak untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak.