Selasa, 29 November 2016



“SURAU”
Kembali ke “surau”,
Takluk sekali dengan jejak-jejak wajah polos masa silam,
Malam-malam penuh damai, lantunan suci sesuai dengan makhraj nya
Menggema ke pelosok negri, berhembus sesuai kecepatan angin saat itu,
Menerka terka yang terteka-teki
Saat itu, masih anak-anak sekali.
Generasi tergantikan,
Seakan ada kerinduan yang teramat dalam, ke “surau”.
Bagaimana mungkin, mereka lebih di sibukkan dengan dilematis teknologi yang menghantui berkepanjangan.
Tentang problematika sinetron yang mereka yakini, mereka lakukan, dan terjadi bersiklus-siklus.
Tentang  mulut mungil, tangan kecil yang bertasbih memuja-NYA.
Generasiku, harapan  dengan syariat secara kaffah.
Temukan dirimu pada ayat-ayat suci itu, bukankah semua teramat benar?
Yah, rasa damai, gemetar yang sulit sekali kau imajinasikan saat satu sentuhan saja kau menyentuhnya, Al-quran.
Boleh saja kau terpukau dengan beragam teknologi, ahh.. kau pasti lupa, Al-quran sudah menjelaskannya ribuan tahun silam,
Aduhai kembalilah, buka lah pelan-pelan lembaran itu pun nya rindu kau kembali melafadzkannya,
Menyelamatkanmu dari pertanyaan-pertanyaan gaib itu,
Bebal bukan saatnya lagi
Karena hal yang terpenting dari semua yang ada di alam semesta ini adalah kau dekat dengan Rabbmu lewat Al-quran.
Aku mencintaimu, generasi taat.
Aku dan iman ku
                                                                                                Padang, 04 november 2016
            Hari ini bukan hanya soal Aksi umat islam penjuru dunia ini, tepat dimana jihad-jihad mereka, waktu mereka bukan main untuk islam. Allah, amat terharu sekali, bisa hidup di zaman ini, bisa merasakan dahsyatnya keMAHA AGUNG-AN MU. Allah, disaat dakwah untuk islam menjadi tujuan hidup seseorang maka tatkala hidup nya akan Engkau beri pertolongan.
            Yaa Allah bagaimana dengan ku?
            Apa yang sudah aku berikan untuk islam ini?, pengorbanan apa? Sudah berapa persen air mata ku, mataku, jiwa ku untuk islam?, Allah jika saja semua orang ini tahu tentang itu semua, tentu bukan main lagi akan kedamaian muka bumi ini. Allah aku memutuskan untuk berdawah, aku memutuskan hidup ku untuk islam, Hidup dan Mati ku untuk-MU, hanya untuk-MU, Yaa Rabb.
            Lalu, semakin aku ke tempat rumah baru ini, dakwah ku benar-benar di uji. Tentang hijab ku, tentang prinsip ku, apalagi tentang imanku. Allah, aku bersyukur telah di berikan sahabat taat yang akan menuntun hati yang mudah sekali terbolak balik ini. Maaf Allah, hati ini belum stabil, hati ini masih banyak sekali tentang dunia, jarang sekali untuk-Mu dan akan hari pembalasan itu.
            Hari ini terima kasih sekali telah memberikan kemampuan ku, raga-raga ku untuk berbicara sesuai dengan apa yang aku rasa itu baik, yang aku bersyukur ENGKAU tidak menutup pintu itu. Sejauh mana aku menemui rumah kedua ku tetap saja jejak rumah pertama ku lebih bersahaja, mendamaikan hatiku. ALLAH, Pilihan ku cuma dua, menjadi orang baik dengan prinsip baik atau menjadi orang baik tapi tidak ada prinsip. Dan insyaALLAH aku akan berjuang untuk mengalahkan nafsu ku untuk mendapatkan pilihan pertama.
            Allah, tidak tau pundak siapa yang mau mendengarkan curhatan ini hanya Engkau yang Maha tahu duhai ALLAH yang Maha Tahu. Aku damai dengan jalan ini, aku merasa hati ku hidup dengan pilihan ini, aku bangga jadi muslimah dan hal yang sangat aku butuhkan ini tidak hanya aku seorang diri yang merasakan nya, karna boleh jadi dan amat harus aku harus menularkan energi positif ini.
            Allah beri selalu aku petunjuk-MU, beri selalu aku lindungan dalam dakwah ini, dakwah yang semata-mata dari-Mu, Oleh-MU, dan Untuk-MU.
            Allah aku bangga dengan hijab ku, aku bersyukur dengan sahabat ku, aku bersyukur lagi dengan masalah-masalah ini. Harapan ku, bahwa apapun itu, bentuk apapun, orang lain berhak berubah menjadi lebih baik. Allah tuntun aku dalam jalan ini, karena aku disini aku damai dan tenang.