Selasa, 29 November 2016



“SURAU”
Kembali ke “surau”,
Takluk sekali dengan jejak-jejak wajah polos masa silam,
Malam-malam penuh damai, lantunan suci sesuai dengan makhraj nya
Menggema ke pelosok negri, berhembus sesuai kecepatan angin saat itu,
Menerka terka yang terteka-teki
Saat itu, masih anak-anak sekali.
Generasi tergantikan,
Seakan ada kerinduan yang teramat dalam, ke “surau”.
Bagaimana mungkin, mereka lebih di sibukkan dengan dilematis teknologi yang menghantui berkepanjangan.
Tentang problematika sinetron yang mereka yakini, mereka lakukan, dan terjadi bersiklus-siklus.
Tentang  mulut mungil, tangan kecil yang bertasbih memuja-NYA.
Generasiku, harapan  dengan syariat secara kaffah.
Temukan dirimu pada ayat-ayat suci itu, bukankah semua teramat benar?
Yah, rasa damai, gemetar yang sulit sekali kau imajinasikan saat satu sentuhan saja kau menyentuhnya, Al-quran.
Boleh saja kau terpukau dengan beragam teknologi, ahh.. kau pasti lupa, Al-quran sudah menjelaskannya ribuan tahun silam,
Aduhai kembalilah, buka lah pelan-pelan lembaran itu pun nya rindu kau kembali melafadzkannya,
Menyelamatkanmu dari pertanyaan-pertanyaan gaib itu,
Bebal bukan saatnya lagi
Karena hal yang terpenting dari semua yang ada di alam semesta ini adalah kau dekat dengan Rabbmu lewat Al-quran.
Aku mencintaimu, generasi taat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar