“SURAU”
Kembali ke “surau”,
Takluk sekali dengan jejak-jejak
wajah polos masa silam,
Malam-malam penuh damai, lantunan
suci sesuai dengan makhraj nya
Menggema ke pelosok negri, berhembus
sesuai kecepatan angin saat itu,
Menerka terka yang terteka-teki
Saat itu, masih anak-anak sekali.
Generasi tergantikan,
Seakan ada kerinduan yang teramat
dalam, ke “surau”.
Bagaimana mungkin, mereka lebih di
sibukkan dengan dilematis teknologi yang menghantui berkepanjangan.
Tentang problematika sinetron yang
mereka yakini, mereka lakukan, dan terjadi bersiklus-siklus.
Tentang mulut mungil, tangan kecil yang bertasbih
memuja-NYA.
Generasiku, harapan dengan syariat secara kaffah.
Temukan dirimu pada ayat-ayat suci
itu, bukankah semua teramat benar?
Yah, rasa damai, gemetar yang sulit
sekali kau imajinasikan saat satu sentuhan saja kau menyentuhnya, Al-quran.
Boleh saja kau terpukau dengan
beragam teknologi, ahh.. kau pasti lupa, Al-quran sudah menjelaskannya ribuan
tahun silam,
Aduhai kembalilah, buka lah
pelan-pelan lembaran itu pun nya rindu kau kembali melafadzkannya,
Menyelamatkanmu dari
pertanyaan-pertanyaan gaib itu,
Bebal bukan saatnya lagi
Karena hal yang terpenting dari semua
yang ada di alam semesta ini adalah kau dekat dengan Rabbmu lewat Al-quran.
Aku mencintaimu, generasi taat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar